Wisata Trekking Api Biru Ijen

Gunung Ijen bukan hanya gunung biasa. Anda akan dapat menyaksikan fenomena yang hampir tidak dapat Anda temukan di tempat lain dengan Ijen Blue Fire Tour. Sering diburu oleh para traveller atau orang yang menyukai petualangan, Gunung Ijen menawarkan banyak ide fotografi berupa fenomena alam yang indah. Api biru hanya bisa Anda temukan di dua tempat di dunia: Islandia dan Indonesia.

Selain itu, blue fire juga tidak selalu muncul, jadi kamu harus memiliki timing yang tepat untuk bisa menyaksikannya. Api biru tersebut merupakan hasil belerang yang keluar dari gunung yang bercampur dengan oksigen. Inilah yang dikenal dengan Wisata Api Biru Kawah Ijen. Tentunya ada tips cara berburu blue fire agar tidak kecewa dengan kedatanganmu.

Nama Gunung Ijen memang sudah dikenal dunia. Maka tak heran jika gunung ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Gunung Ijen pada hari-hari biasa sibuk. Apalagi jika wisatawan datang pada musim liburan, gunung ini semakin banyak penuh dengan manusia. Maka sebaiknya tentukan tanggal kunjungan anda saat anda tidak sedang berlibur agar kunjungan anda ke Wisata Api Biru Ijen lebih menyenangkan.

Yang Perlu Dipersiapkan untuk Wisata Trekking Api Biru Ijen

Untuk bisa menekuni Wisata Api Biru Ijen di Gunung Ijen, kesehatan tubuh perlu dijaga. Gunung Ijen termasuk salah satu gunung yang populer di kalangan wisatawan, namun Anda tidak bisa begitu saja meremehkannya. Anda bisa menjadi sangat melelahkan di sepanjang jalan. Jadi, sebelum melakukan perjalanan ini, sebaiknya pastikan Anda sudah mempersiapkan tubuh dengan rutin berolahraga.

Meskipun Anda merasa sehat, udaranya bisa jadi cukup dingin, jadi jagalah diri Anda dengan mengenakan pakaian hangat, jaket, sarung tangan, dan kaus kaki. Anda akan melintasi medan berpasir, jadi persiapkan diri Anda dengan memakai sepatu yang nyaman dan tidak licin. Karena gas belerang di Gunung Ijen bisa berbahaya apalagi saat mendekati puncak gunung, bawalah selalu masker sendiri selama tour Kawah Ijen Blue Fire.

Ada debu dan bau yang akan terhirup oleh Anda, jadi basahi masker dengan sedikit air. Kemudian, Anda perlu memastikan bahwa Anda telah menyiapkan peralatan Anda juga. Jangan lupakan kamera dan senter Anda, karena Anda akan mendaki Ijen Blue Fire Tour di pagi hari. Lampu depan sangat direkomendasikan di sini untuk membuat diri Anda lebih fleksibel.

Saat Yang Tepat Untuk Mendaki

Fenomena yang bisa Anda saksikan dalam wisata Api Biru Kawah Ijen ini merupakan salah satu pemandangan langka yang harus Anda saksikan bahkan sekali seumur hidup. Fenomena Blue Fire merupakan salah satu pemandangan alam yang tidak biasa. Keindahan alam yang satu ini hanya ada di dua tempat di dunia ini. Penasaran bagaimana cara mendapatkan fenomena blue fire yang lengkap ini? Namun fenomena ini tidak begitu mudah didapat.

Pendakian ke spot wisata Api Biru Kawah Ijen sedini mungkin akan lebih tinggi kesempatan Anda menyaksikan api biru. Ini karena waktu terbaik untuk melihat fenomena tersebut adalah tengah malam. Anda akan dapat melihat api biru dengan cepat karena tidak ada sumber cahaya di dekatnya. Jangan datang terlambat atau api biru akan mengecil, terutama saat mendekati jam 5.

Pendakian paling lambat di Wisata Api Biru Ijen ini setidaknya dilakukan pada jam 2 pagi. Hal ini berkaitan dengan lamanya trekking yang akan Anda lakukan. Setidaknya kamu akan berjalan selama 2 jam lho. Perlu Anda ketahui bahwa nyala api biru di sana akan berkurang dalam waktu sebelum jam 5 pagi.

Musim Sempurna untuk Tur Trekking Api Biru Ijen

Anda selangkah lebih dekat untuk melihat api biru magis yang memikat hati dan mata para petualang. Untuk mendapatkan sesuatu yang baik memang sebuah perjuangan. Semua perjuangan untuk Wisata Api Biru Ijen ini harus dilakukan dengan ketekunan. Seperti upaya mendapatkan pemandangan fenomena blue fire di kawah.

Musim kemarau dan hujan di Indonesia berperan besar saat itu datang ke Kawah Ijen Blue Fire Tour. Pada musim kemarau, blue fire semakin membesar sehingga memperbesar kesempatan Anda untuk melihatnya. Di Indonesia, musim kemarau sekitar Juli hingga September. Itu pasti waktu terbaik untuk mendaki Gunung Ijen. Apalagi karena jalur berpasir menuju gunung ini kering sehingga tidak licin dan lebih aman bagi pengunjung.

Maka dari itu, musim kemarau atau musim panas merupakan waktu yang tepat untuk menuju wisata trekking Ijen Blue Fire jika ingin melihat fenomena blue fire. Anda juga tidak akan merasa kepanasan di sana, karena di musim kemarau pun, Gunung Ijen terasa dingin. Itu karena angin akan bertiup cukup kencang di sana. Karena itu, pastikan Anda mengenakan jaket tahan angin.

Informasi lebih lanjut tentang Gunung Ijen

Tidak ada kata lain yang bisa menggambarkan cuaca di wisata Api Biru Kawah Ijen selain dingin! Wajar saja karena kawah ini terletak di ketinggian Gunung bromo Ijen di atas laut. Temperatur di Kawah Ijen berkisar antara 2 ° C – 12 ° C, belum lagi angin di kawah ini sangat kencang. yang membuat udara dingin semakin menusuk tulang.

Sedangkan untuk suhu di kawahnya sendiri bisa mencapai 600 ° C! Matahari terbit, serta api biru, memang bergantung pada cuaca. Untuk informasi lebih lanjut tentang tur trekking Ijen Blue Fire, Anda dapat menghubungi agen tur untuk informasi pemandu. Bahasa yang digunakan di sana adalah bahasa Indonesia dan bahasa jawa, jadi kalau kalian tidak menguasai kedua bahasa itu akan membantu kalian.

Bahkan jika Anda merasa sangat lelah saat berada di gunung, jangan khawatir karena ada ojek yang siap membantu Anda mencapai puncak Gunung Ijen dengan menggunakan gerobak! Dengan memiliki guide yang profesional dan berpengalaman, Anda tidak akan direpotkan lagi dalam petualangan wisata trekking Ijen Blue Fire.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *